Logika Pencarian Link Pintar Pakai Fuzzy Logic
Logika Pencarian Link Pintar Pakai Fuzzy Logic (Biar Nggak Harus Ngetik Persis)
Aku sering nemuin kasus gini: user nyari sesuatu di website, tapi ngetiknya nggak persis sama kayak judul menu atau link-nya. Tapi anehnya… tetap bisa ketemu.
Nah, di balik itu biasanya ada yang namanya fuzzy logic di sistem pencarian.
Di sini aku mau bahas singkat dan santai: sebenernya fuzzy logic itu apa, dan kenapa kepake banget buat bikin pencarian link jadi lebih “pintar”.
Masalah di Pencarian Biasa: Harus Persis
Kalau pakai pencarian biasa (exact match), sistem cuma mau nerima kata yang sama persis.
Contoh:
Di website ada link: “Form Reservasi Meja”
- Kalau user ngetik: “reservasi” → masih bisa ketemu
- “pesan meja” → belum tentu
- “booking” → bisa nggak ketemu sama sekali
Padahal maksudnya sama. Cuma beda kata doang. Di sinilah pencarian biasa mulai kerasa kaku.
Fuzzy Logic Itu Apa Sih?
Singkatnya, fuzzy logic itu logika yang nggak cuma mikir: "ini benar atau salah", tapi mikir:
"Ini mirip nggak sih, dan seberapa mirip?"
Jadi hasilnya bukan cuma 0 atau 1, tapi ada tingkat kemiripan. Misalnya:
- “boking” dibanding “booking” → mirip banget
- “pesan” dibanding “reservasi” → masih cukup mirip secara makna
Sistem bisa tetap bilang: "Oke, ini kayaknya maksudnya ke sini."
Cara Kerja Pencarian Link Pakai Fuzzy Logic (Versi Gampangnya)
Biasanya alurnya kira-kira gini:
1. Kata dari User Dirapihin Dulu
Input dari user dibikin seragam: jadi huruf kecil semua, dibuang tanda baca, kadang dipotong ke kata dasar. Biar gampang dibandingin sama data link yang ada.
2. Dihitung Tingkat Kemiripannya
Setiap kata user dibandingkan dengan judul link, deskripsi, atau kata kunci lain. Pakai rumus tertentu buat ngukur seberapa mirip ejaannya atau maknanya. Hasilnya bukan “cocok atau nggak”, tapi “mirip sekian persen”.
3. Dikasih Nilai dan Diurutkan
Link yang paling mirip dapet nilai paling tinggi. Terus hasil pencarian diurutkan dari yang paling relevan. Makanya kadang yang paling atas itu bukan yang tulisannya sama persis, tapi yang paling nyambung sama maksud user.
Kenapa Ini Penting Buat Website?
Karena jujur aja, user itu sering typo, beda-beda istilah, dan males mikir nama menu yang bener. Kalau sistemnya kaku, user bisa langsung: “yah nggak ketemu, tutup aja websitenya”.
Dengan fuzzy search:
- User lebih gampang nemu yang dicari
- Website kerasa lebih pintar
- Pengalaman user jadi jauh lebih enak
Ini kepake banget buat website katalog, halaman biolink yang isinya banyak tombol, pencarian artikel, atau form layanan.
Contoh yang Sering Kita Pakai Tanpa Sadar
Sebenernya kita sering banget pakai sistem kayak gini, misalnya search di marketplace, pencarian kontak di HP, atau autocomplete di Google. Walau kita ngetiknya nggak rapi, sistem tetap ngerti maksudnya ke mana.
Itu semua konsep dasarnya mirip: nyari berdasarkan kemiripan, bukan cuma kecocokan persis.
Kesimpulan Versi Singkatnya
Fuzzy logic bikin pencarian itu lebih fleksibel dan lebih ngikutin cara manusia mikir. Bukan nanya: "katanya sama nggak?", tapi:
"Maksudnya mirip nggak?"
Buat sistem pencarian link, ini penting banget supaya user tetap bisa nemu tujuan walau ngetiknya nggak sempurna. Dan menurutku, fitur kecil kayak gini justru yang bikin website keliatan niat dan profesional.